Aku bersyukur untuk hari-hari yang telah menjadi bagian dalam hidupku. Setiap proses, setiap pelajaran, setiap rasa yang membentukku. Bersyukur memiliki hidup dan bersyukur karena mengenal Sang Pemberi Hidup. Bersyukur untuk masa ini.
Siapa yang mengetahui akan waktu-waktu di depanmu? Bahkan peramal sekali pun! Mungkin dulu aku tak pernah berpikir tentang hal ini. Tak pernah membayangkan bahwa aku memiliki masa untuk memikirkan tentang hal ini. Tentang pasangan hidup.
Aku tak pernah menyeting diriku untuk mulai memikirkan CPH (calon pasangan hidup) di usia ke-20. Ini terjadi begutu saja atas setiap hal yang TUHAN ijinkan datang dan ku rasakan. Lagi-lagi, aku bersyukur untuk setiap hal yang boleh aku pahami dan KAU tanamkan padaku sebelum ku benar-benar jatuh cinta. Bersyukur atas pengenalan akan kebenaranMU yang membantuku melihat pribadi yang sempurna bagiku.
Dan akhirnya aku pun saat ini mengerti, hingga aku mampu mensyukuri setiap kesakitan atas lukaku yang dulu ENGKAU ijinkan aku rasakan agar aku dengan dewasa menyikapi itu. ENGKAU hadapkan aku dengan gelora cinta yang tak terarah, namun ketika ku jatuh ENGKAU juga yang membantuku bangkit. Memahami bahwa cinta bukan sekedar kekaguman yang mengebu-gebu, namun ada begitu banyak perinsip di dalamnya.
TUHAN, akhirnya aku memberikan hatiku untuk KAU jaga. Membiarkan ENGKAU memberikan isyarat pada hati, mata, dan rasioku untuk mencari dan mengerti pilihan-MU, bukan pilihanku. Bukan standar aku sebagai manusia dunia, tetapi standar aku sebagai anak RAJA. Putri Bangsawan yang menanti pasangan.
Menantikan pangeran, putra RAJA, yang juga dididik oleh pengajaran Kerajaan-MU, BAPA..
0 comments:
Posting Komentar