This is his poem for me..
26.09.2010
Bagaikan pancaran surya di kala mendung
Seperti semerbak melati di tengah gundah
Itulah engkau, dinda penghias jiwa
Berharga hatimu
Lebih dari emas
Putih cintamu
Lebih dari salju
Itulah engkau, dinda dalam hidupku
Taukah engkau?
Waktu terindah adalah bersamamu
Berjalan dalam tawa yang menghias wajahmu
Dinda, sekarang aku berharap
Untuk terus bersamamu, menjalani masa depan
Di dalam sakit, jatuh, dan akhirnya aku bangkit
Dinda, inilah isi sumur hatiku
Yang tak lagi kering karena kehadiranmu
I love you
Aku geli waktu pertama kali membacakan puisinya, tapi aku senang! Cewek mana yang nggak suka disanjung dengan puisi. Cewek sekeras batu, sedingin salju pun akan terharu. Thanks my MW, I love you too..
0 comments:
Posting Komentar