Sekitar 10 jam lalu saya pergi dengan seorang teman ke sebuah restoran makanan cepat saji. Saya pesan burger dan segelas capucino ice. Saat itu saya memang berniat tidur pagi untuk mengerjakan tugas. Ternyata sesampai di rumah, mata mengantuk dan langsung tidur. Apalah segelas capucino tadi? Tumben tidak ada efek apa2. Biasanya secangkir kecil saja berhasil menahan mataku hingga pagi.
Mungkin karena beberapa hari ini saya tidur pagi, dan mata sudah terlalu lelah.
Sekitar pukul 2 pagi saya terbangun dan sayangnya tidak bisa tidur lagi. Sial, efek kopi tadi terlambat. Tangan ini sudah malas bersentuhan dengan kain dan jarum. Saya coba merekatkan mata lagi, mengundang kantuk yang entah kemana. Tapi tak juga berhasil.
Menit menit berjalan, badan ini terus gelisah mencari posisi nyaman. Namun tak juga diserang rasa kantuk.
Suasana pagi-pagi buta selalu hening, sepi. Sudah lama sekali tidak seperti ini. Saya rasa ada sesuatu yang lama ingin saya bicarakan dengan Tuhan. Apa Tuhan sedang mengajak saya datang? Saya tidak tahu, tapi saya merasa seperti itu.
Saya tidak pernah tau kapan Tuhan akan mengajak saya bicara kepadaNya seperti pagi ini. Mengadukan semua hal yang tidak pernah bisa dibicarakan dengan sesama manusia. Membicarakan semua isi beban pikiran, membaginya bersama Dia, atau malah saya serahkan semua? Saya tidak benar2 yakin yg mana.
Saya benci tidak bisa tidur, tapi sering kali menjadi waktu yang tepat untuk membuka hati yang telah lama diketuk2 Sang Empunya. Insomnia jadi waktu yang indah. Dan semoga akan selalu indah..
0 comments:
Posting Komentar