Setiap datang hari ibu, ketika hampir semua stasiun TV dan media sosial mengekspose momen ini, aku harus bekerja keras untuk menahan air mata yang ingin berselancar di pipi. Bukan air mata haru, itu air mata penyesalan. Karena memoriku memutar kembali saat aku cemberut kepada ibuku, ketika aku mengacuhkan ucapannya, ketika kami bertengkar, ketika aku meninggalkannya saat ibu membutuhkanku :(( walau aku pun tahu aku sudah berusaha menjadi putri yang terbaik untukmu, Ibu. Tetap saja aku sering melukai perasaan ibu. Mungkin juga ibu sering menahan air mata agar tidak menangis. Atau mungkin sudah terbiasa dengan rasa kecewa yang kami buat. Ibu maafkan aku..
Menjadi seorang ibu pastilah jabatan paling berat bagimu, Ibu. Memberikan semua yang anak-anakmu butuhkan, dan mengantar kami pelan-pelan terbang sendiri. Tuhan, Aku mau mencintai ibuku seperti ibu telah mencintai aku. Memberikan rasa aman, melengkapi, membanggakan.
Selamat hari ibu
0 comments:
Posting Komentar