Minggu, 05 September 2010

Jadi Bagian Sejarah

Ketika saya mengikuti suatu seminar, pembicara seminar tersebut mengatakan bahwa sejarah merupakan salah satu guru paling besar dalam hidup. Selain itu, beliau mengatakan bahwa kita pun harus belajar dari orang-orang besar atau yang berpengaruh pada sejarah. Seketika itu saya sadar betapa pentingnya sejarah dan betapa luar biasa orang-orang yang pernah berpengaruh di dalamnya.

Sejarah dapat diartikan sebagai sesuatu yang menceritakan kejadian-kejadian masa lalu tentang jatuh bangun seorang tokoh, masyarakat, dan peradaban. Belajar dari sejarah berarti kita mengamati kegagalan atau keberhasilan di masa lampau serta memetik hikmatnya untuk dibawa ke kehidupan saat ini. Tokoh yang berpengaruh dalam sejarah memberikan inspirasi bagi kita untuk mengikuti semangatnya, berpikir keritis, berani. Kita pun terinspirasi untuk tidak mengikuti jejak kejatuhannya. Lepas dari hal positif atau negatif tentang tokoh sejarah, setidaknya mereka telah memberikan warisan kehidupan bagi kita saat ini. Adakah kita pun berpikir untuk menjadi bagian dari sejarah dan memberi warisan bagi penerus di masa mendatang?

Suatu negara lahir dan berkembang dari sejarah. Segala yang pernah ada pada masa lampau akan menjadi pelajaran berharga bagi masa yang disebut ‘saat ini’. Tidak dosa kalau kita berpikir untuk menjadi bagian dari sejarah yang dapat memberi dampak positif bagi masa yang akan datang. Justru itu merupakan salah satu tugas kita sebagai Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. Tugas manusia juga untuk selalu terlibat dalam usaha dalam mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati.

Sebagai generasi yang hidup pada masa ini, sadar atau tidak, kita pun akan menjadi bagian dari sejarah. Kita sedang menginjak waktu dan ikut berlari seiring perputaran jarum jam. Waktu bergerak linier, sampai kiamat datang ia tak akan berjalan mundur. Ingat, kita wajib berdampak positif bagi orang lain, karena kita satu-satunya makhluk yang diciptakan berakal dan berbudi. Kesempatan untuk menjadi dampak bagi bangsa selalu ada di hadapan kita. Kita bisa memberikan warisan kehidupan bagi generasi penerus. Bukan untuk mengabadikan nama kita sebagai tokoh yang dikenang sepanjang era, bukan kita yang penting. Tetapi apa yang telah kita perbuatlah yang berharga.

Pandu Bangsamu!

1 comments:

Unknown mengatakan...

Orang biasa hanya mau mengerti bagaimana dia hidup hari ini. Orang luar biasa mau mengetahui apa yang pernah terjadi, sehingga mengetahui mengapa kondisi hari ini demikian, serta mampu memberi solusi bagi masa yang akan datang.

Bahan-bahan sejarah, perekam kejadian masa lalu, bukanlah sekumpulan data mati tanpa makna. Ada tersimpan berbagai nilai hidup di sana yang hanya bisa digali dan diintepretasi oleh mereka yang berpikir, peduli: baik peduli terhadap diri, orang lain, dan masa depan suatu generasinya.

Jika hari ini bangsa ini kembali dijajah, maka itu bukan kesalahan penjajah, tetapi karena kegagalan kita dalam memahami dan memaknai apa (penjajahan) yang pernah terjadi di masa lampau itu.

Hanya mereka yang memahami sejarah yang mampu memaknai hari ini, dan mampu memberi harapan bagi masa depan.

Ulasan yang baik Bano, walau tidak ada hal baru yang kutemukan, selain hanya sebagai refleksi mangapa kita perlu memahami dan memaknai kejadian masa lalu. Semoga segera ada hal baru yang bisa diungkap olehmu dari setiap hal yang bisa ditulis. Teruslah menulis Bano. Salam buat Pace Wahyu, ya. SG

Posting Komentar