Jumat, 17 Desember 2010

Meet Tata and Marta :)

Kemarin, Kamis 12 Desember 2010, ada pertemuan dengan teman-teman lamaku. Kami bertiga, aku, Tata, Marta. Kami memang selalu berbincang setiap ada kesempatan bertemu.

Flas back sebentar. Dulu kami masuk Fakultas Ekonomi bersama-sama, malah aku dan Tata adalah teman satu kelompok ospek. Sejak maba hingga akhirnya kami lulus, kami tidak pernah putus kontak. Selalu ada acara jalan-nonton-makan bareng temen-teman satu persekutuan, atau hanya saling mengunjungi. Tata sering menginap di rumah, aku sering ke kostan Tata dan Marta. Enaknya punya teman yang kost dekat kampus, jadi kalau bosan menunggu waktu kuliah berikutnya, aku bisa numpang tidur di kamar kost mereka. hehehe.

Aku, Tata, dan Marta di kumpulkan dalam satu persekutuan. Maleakhi. Kami ibarat bahan baku yang dimasukan ke dalam mesin Maleakhi untuk menjadi lebih berkualitas. Yup, aku (dan—sangat—mungkin Tata dan Marta juga) sangat bersyukur. Bersyukur bertemu dengan orang-orang luar biasa di Maleakhi. Aku bersyukur bertemu Tata dengan keberaniannya berpendapat, pikiran-pikirannya yang sering berbeda dengan yang lain dan memandang dari arah lain. Tata yang selalu tau perkembanganku—meski sering kedapatan berita basi hehehe—, Tata yang juga banyak bercerita tentang dirinya—tapi juga seperti ada sisi lain yang dia sembunyikan-, Tata yang pintar, Tata yang cumlaude, Tata yang dulu cewek Jogja manja—kadang menjengkelkan—bersuara bagus, sekarang jadi wanita dewasa yang tetap bersuara bagus. Aku Bersyukur memiliki teman seperti Marta, bocah ndeso Blitar-kediri, hidupnya nyaris seperti aku (baca:suka berpindah-pindah), teman dengan jiwa penolong, rela berkorban, rendah hati, tapi suka mukul tiba-tiba (-.-!!). Marta pintar, dan ingin selelu belajar. Sekarang dia PNS di kampusnya sendiri. Marta yang badannya bongsor (sama kayak Tata juga :p) sekarang udah kurusan.

Ada yang sama dari kami ber tiga. Kami sama-sama angkatan 2006, semua mantan pengurus Maleakhi dari periode ke periode, dan yang unik lagi pacar kita masing-masing juga anak maleakhi. Marta yang akhirnya jadian sama Hengki (angkatan 2006), setelah berbulan-bulan dicomblangin anak-anak se-Maleakhi. Tata yang sejak awal(putus-nyambung:p) sudah bersama Kak Artur (angkatan 2005). Dan aku sendiri—tanpa diduga-duga—saat ini bersama Kak Wahyu (angkatan 20004). Semoga kita tetap untuk selamanya.

Benar-benar tidak terasa, waktu 4 tahun di kampus adalah proses yang kita jalani begitu lama, namun saat ini kerasa sangat singkat. Ketika berada di dalamnya terasa berat dan sakit, namun ketika keluar justru ingin kembali kedalam. Maleakhi. Selama itu lah masa kuliah kami. Masa kami mendengarkan penjelasan dosen di dalam kelas, mengerjakan tugas-tugas kampus, mengikuti persekutuan di kampus, mendengarkan Firman Tuhan, mendalami Alkitab, bikin acara ini-itu. Semua kami kerjakan dengan suka cita, walau kadang kejar-kejaraan dengan dead-line.

Tidak terasa, sekarang kami bermetamorfosis menjadi pribadi baru. Secara usia, kami bukan lagi anak-anak belasan tahun, kami berada di area 20th keatas. Kami sekarang berpikir lebih luas, lebih dalam, dan lebih jauh. Kami melangkah menata masa depan. Tuhan mengasihi kami.

0 comments:

Posting Komentar