Kamis, 30 Desember 2010

Wanita dan kesehatan keluarga.

Aku kaget sekali, pagi tadi Bapak kena serangan jantung. Aku stress, dan kuatir akan terjadi hal-hal yang semakin buruk pada bapakku. Ketika di kantor aku browsing artikel tentang penyakit jantung, aku cari sebanyak-banyaknya. Aku mau informasi selengkap mungkin yang bisa aku dapatkan dari internet, lalu aku berikan link-nya ke computer rumah agar ibuku bisa mempelajarinya.

Sebagai anak aku kuatir dengan kesehatan orang tuaku, itu wajar. Aku pun sadar seharusnya sebagai wanita aku juga harus bisa memperhatikan kesehatan keluarga. Apa lagi aku akan menjadi ibu (suatu hari nanti). Memperhatikan kondisi kesehatan keluarga adalah salah satu tanggungjawab ibu. Seorang ibu harus mampu memastikan kondisi kesehatan keluarganya baik-baik saja.

Wanita (baca: ibu) memiliki andil yang cukup besar dalam menciptakan kesehatan keluarga. Kesehatan bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, memperhatikan kesehatan melalui makanan. Ibarat manager perusahaan, ibu adalah manager rumah tangga. Ibu memperhatikan setiap asupan gizi yang harus dikonsumsi anggota keluarganya. Ibu harus memahami kondisi tubuh setiap anggota keluarga sehingga dapat menentukan apa yang baik dan buruk untuk keluarganya. Ibu yang memilih bahan makanan apa yang boleh dan tidak boleh di konsumsi. Tidak cukup sampai di sini, ibu juga yang mengelola bahan-bahan makanan hingga menjadi hidangan yang siap di santap. Semua yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh anggota keluarga dan yang pasti “bisa dimakan”.

Kedua, memperhatikan aktifitas keluarga. Setiap orang memiliki tingkat lelah yang berbeda-beda, ketika sudah berada di titik lelah sebaiknya orang tersebut mengambil waktu untuk istirahat. Seorang ibu harus peka melihat raut lelah suami dan anak-anaknya, dia yang akan menjadi alarm untuk mengingatkan jam istirahat (padahal mungkin dirinya sendiri tidak diperhatikan orang lain). Disamping itu, ibu yang baik adalah ibu yang mengajarkan pentingnya mengolah tubuh (olah raga), banyak penelitian mengatakan bahwa olah raga teratur dapat membuat tubuh kita lebih tahan terhadap berbagai serangan penyakit.

Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Tumpukan sampah dirumah (apalagi di dapur) menimbulkan tumbukan bakteri dan virus. Lantai yang kotor juga mengandung kuman. Kerapihan dan kebersihan ruangan tidur juga mempengaruhi kesehatan orang yang tidur di ruangan itu. Apakah tembok-tembok rumah (terutama ruang tidur) tidak lembab, seprai tempat tidur sudah rutin diganti, kebersihan pakaian, hingga sepatu. Seorang wanita (ibu) harus mampu memperhatikan hingga detil. Dan jangan lupa memperhatikan pekarangan rumah, memastikan saluran air selalu bersih dan tidak ada bangkai binatang di dalamnya.

Beberapa hal tadi adalah sebagian cara seorang ibu memperhatikan kesehatan keluarganya, dan aku melihat ibuku melakukannya. Menjaga kesehatan bukanlah hal mudah di tengah kondisi bumi yang semakin rusak. Manusia diancam oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat, makanan kemasan dan cepat saji yang menumpuk zat berbahaya, belum lagi tantangan dari dalam diri sendiri. Kita selalu ingin makan enak tanpa menghitung nilai gizinya. Mulai sekarang perhatikanlah kesehatanmu secara mandiri.

Satu pesan akhir, tugas seorang ibu bukan tugas yang mudah! Jadi hargai lah ibumu dan belajarlah menjadi ibu yang baik bagi anak-anakmu nanti.

0 comments:

Posting Komentar