Apa kabarmu kini? Indonesia sudah mengalami banyak perubahan. Ini dapat terlihat dari gedung-gedung bertingkat yang semakin banyak tumbuh di kota-kota besar. Tapi kok kesejahteraan yang merata tidak tampak? Masih banyak orang yang mencari uang dengan jalan me-maling dan menipu.
Gak percaya? Harus percaya. Lihat dong berapa banyak orang kelaparan, menahan perut mereka yg membusung. Hitung juga gelandangan dan anak-anak terlantar sudut-sudut kota, jumlahnya selalu bertambah. Lihat mereka masih mengkonsumsi nasi aking ketika pemerintah dengan yakin berkata Indonesia akan swasembada beras. Sedihnya lagi, ada sebuah desa yang terbiasa mengkonsumsi makanan yang sudah lewat masa pakainya.
Negara kita juga semakin banyak malingnya lho. Ini merupakan salah satu efek kemiskinan yang masih melanda Indonesia. Jenis malingnya variatif lagi, dari mulai maling kebon sampe maling uang. Buktinya tuh satu smester ini berita di TV penuh banget sama berita sindikat maling. Tidak tanggung-tanggung lho..nyolongnya sampai milyardan. Siapa coba malingnya? Nggak jelas! Lha wong kasusnya gak selesai-selesai kok. Mungkin karena yang diambil banyak banget kali ya.. Pengadilan mau ngitung bukti dulu.
Sadar atau tidak sadar, negara ini juga mulai banyak penipu. Dan parahnya masih banyak juga yang ketipu. Mungkin karena tergiur keuntungan dalam waktu singkat. Ah, tapi itu sih biasa. Dari jaman jebot penipu kelas kampung sih udah buka kantor. Belakangan ini lagi ada penipu yang lagi naik daun. Itu lho yang lagi main drama di panggung politik. Masa gak tau sih? Terkenal banget lho tokoh2 itu. Lagi nggak jelas tuh, siapa yang bener siapa yg salah. Tapi sih udah jelas kalo semuanya salah. Cuman ya itu tadi, ending-nya bakal lama. Mereka-mereka itu bukan rakyat biasa, punya pegangan banyak banget, pastilah banyak yang melindungi mereka dan akan semakin membuat episode drama ini semakin panjang. Sudah lah, mengikuti politik itu sebenarnya rumit. Selalu ada tokoh baru yang dibawa-bawa. (tapi kalau rakyatnya tidak mau tau, siapa yg akan mengawasi mereka?).
Saya bingung bagaimana harus mengakhiri celotehan saya ini. Satu hal yang memang identik dengan Indonesia adalah kemajemukan. Begitu juga dengan kasus-kasus negara ini. Majemuk! -Mungkin akan bersambung-
Published with Blogger-droid v1.6.5
0 comments:
Posting Komentar