Negara mana yang tidak bangga jika keindahan alam atau situs/cagar budayanya terpilih menjadi salah satu yang "wonderful" di dunia? Pasti tiap negara berharap bisa mendapat tempat sebagai pemilik situs paling indah sedunia. Tak terkecuali Indonesia! Negara kita ini sempat menyesal ketika Candi Borobudur gagal menjadi salah satu dari 7 tempat indah dunia. Mungkin atas dasar itu, pada tahun ini Indonesia tidak mau mengulang kesalahan yang sama.
Pasti pada tahu yayasan New7wonders kan? Lagi jadi pembicaraan dimana2 nih, mungkin sedikit saja yang tidak tahu. Yayasan ini yang mengadakan poling untuk memilih tujuh tempat menakjubkan dunia. Dalam kegiatan ini Indonesia mengajukan Pulau Komodo sebagai tempat yang menakjubkan. Tentunya karena di pulau ini hidup ratusan biawak raksasa (yg konon diyakini sebagai hewan yang sudah ada sejak jaman purba) dan merupakan habitat komodo terbesar di dunia. Nah, demi mendapat predikat sebagai tempat menakjubkan ini, beberapa bulan bellakangan banyak sekali teman, anak-anak sekolah, hingga tokoh-tokoh populer di negara ini yang mengkampanyekan vote Komodo. Dengan tarif yang murah,otomatis masyarakat dari sabang-marauke antusias untuk mengikuti gerakan ini.
Hingga akhirnya beberapa hari belakangan ini muncul pro-kontra tentang kegiatan yg diadakan yayasan new7wonders ini. Bukan hanya itu, kredibilitas yayasan ini juga dipertanyakan. Hal ini mulai muncul karena Indonesia didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan, namun deiwajibkan untuk membayar seberas 400 milyar rupiah. Sebagai penonton dan pendukung saya juga di buat bingung. Sebagian besar mengatakan lanjut, namun sebagian lain memberi lampu kuning pada keputusan yang ankan diambil.
Sebenarnya sadar atau tidak, secara tidak langsung Pulau Komodo sendiri sudah mendapat tempat di hati masyarakat lokal, bahkan internasional. Dengan atau tanpa predikat salah satu dari 7 tempat menakjubkan dunia, Pulau Komodo sudah berhasil menarik perhatian kita. Bahkan dalam sebuah berita dikatakan terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke NTT, sengaja untuk datang ke Pulau Komodo.
Sekarang kita semua jangan hanya ribut masalah voting-voting itu. Kalau nanti Pulau Komodo termasuk kedalam salah satu tempat paling menakjubkan itu, apa Indonesia sudah siap menyambutnya?
Dalam hal ini bukan sambutan kemeriahan atau perayaan. Tapi sudah siapkah daerah NTT dan Pulau Komodo kedatangan turis-turis dari berbagai negara? Bagaimana kesiapan infrastruktur dan tata kelola daerahnya? Apakah pemerintah sudah memikirkan penanggulangan terhadap dampak yang akan terjadi jika banyak orang datang ke pulau ini?
Yang ada dalam banyangan masa depan saya adalah, NTT kususnya Pulau Komodo mungkin akan menjadi the next Bali. Dampaknya memang positif untuk kemajuan perekonomian. Tapi sebaiknya sekarang pemerintah juga mulai memikirkan pengelolaan serta penataan yang tepat untuk pulau ini. Dan jangan lupa memikirkan kenyamanan si pemilik pulau (Komodo). Di dalam wisata ini, komodolah yang jadi idola.
Ps: daripada pemerintah, pejabat2 itu mikir gimana cara aman nyaplok uang rakyat, mending mikir gimana memajukan perekonomian rakyatnya..
0 comments:
Posting Komentar