Selasa, 16 Februari 2010

Fenomena FACEBOOK,, penyalahgunaan teknologi komunikasi

Sudah 3 hari ini aku men-deactivated-kan FB. Bukan karena takut jadi korban penculikan, penipuan, atau korban FB addict yang mesum! Hanya ingin mengurangi waktu berlama-lama menikmati internet. Krna aku rasa FB sudah banyak menyita waktu cukup banyak, mungkin lebih banyak dari aku cari-cari berita atau jurnal yang lebih bermanfaat bagi otakku. Yups, FB dengan segala isinya memang cukup menarik dan menghibur. Dari FB, aq bisa gangguin orang, ikut-ikut ngegosip, ikut buat gossip, komen sana-sini, baca lelucon teman-teman, ikutan kuis, pamer foto, nge-wall orang-orang lama, nyapa sodara-sodara yang jauh dari kota tinggal, sampai diam-diam mengamati FB orang yang aku suka. FB membantu banget buat cari tau kabarnya, baca-baca statusnya, baca2 notenya, baca2 wall2wall-nya, mengamati kesukaannya^^v. hehehe…kalo ketawan pasti malu banget nih >.<

Anyway, aku cuman mau ngasi tau aja itulah kegiatan-kegiatan yang (mungkin) keliatan nggak penting. Segitu banyak hal yang biasanya aku lakukan hanya untuk satu situs yang kita kenal sebagai FACEBOOK. Dan berjam-jam aku habiskan waktu di depan leptop, ketak-ketik, ketawa2 sendiri, asik sendiri, sampai-sampai lupa sama skripsi!! Ckckck *parah*

FACEBOOK emang selalu jadi fenomena. Fenomena bagi negri yang aku diami sekarang (baca: Indonesia tercinta), juga fenomena bagi diriku sendiri. Belakangan ini kalo denger berita-berita di TV, FB berhasil bikin geger Negara tersayangku ini (lagi).
Dulu awal FB berkembang di Indonesia ternyata malah memunculkan fatwa haram penggunaan FB, karena beberapa santri di sebuah ponpes menggunakan situs ini dengan tidak tepat. Dan FB di”fitnah” menjadi sarana yang dapat memunculkan perbuatan-perbuatan yang melanggar etika moral. Tapi fatwa haram itu hanya jadi bahan lucu2an bagi golongan masyarakat lainnya, termasuk saya! Setelah fatwa haram itu, FB heboh lagi karena menjadi tempat yang efektif menggalang massa, beberapa golongan masyarakat ikut serta bersuara mengenai permasalahan bangsa ini melalui FB. Contohnya: masalah LLS (Lulmpur Lapindo Sidoarjo), masalah Prita vs RS Omni Internasional, Bibit-Candra vs Porli, dukung pulau komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia, dll. Dan baru-baru ini FB masuk TV lagi karena beberapa kasus penculikan yang dilakukan FB-adicct dan yang menjadi korbannya adalah anak-anak belasan tahun yang mengaku mengenal pelaku dari FB! Sampai ada sepasang remaja “menikah maya” dalam situs ini! OMG, ada-ada aja kejadian konyol yang terjadi di negaraku.

Tapi kalau diperhatikan baik-baik, korban2 yang masuk TV itu kebanyakan adalah remaja sekolah menengah pertama, dan menengah atas. Anak baru-aja mau-gede, masih belasan tahun, masih polos2 dodol gampang dikibulin! Anak-anak yang rapuh dan tidak memiliki pondasi sendiri untuk melindungi diri. Apa saja sih yang mereka lakukan ketika FB-an? pengen tau aku… bisa-bisanya sampai mau dibawa kemana-mana, bahkan sampai menyerahkan kegadisannya. Hmmmm…

Aku yakin, FB pasti sebenarnya dibuat untuk tujuan yang baik. Namun lagi-lagi teknologi hanyalah layaknya pisau ditangan manusia yang memegangnya. Bisa saja pisau itu digunakan untuk mengupas buah-buahan, memotong makanan, sesuai tujuan pisau itu dibuat. Atau bisa juga pisau itu digunakan untuk membunuh, karena jiwa yang jahat melihat kemungkinan pisau yang tajam itu bisa melukai bahkan menghilangkan nyawa!

Kita nggak akan pernah bisa menghilangkan hal-hal buruk terjadi karena penyalahgunaan suatu teknologi. Namun kita mampu untuk mencegahnya. Disinilah butuh adanya peranan keluarga sebagai pranata terkecil. Perhatian dan pengawasan orang yang lebih dewasa sangat penting bagi pencegahan prilaku menyimpang. Selain itu juga lingkungan sekitar tempat si anak bergaul, menghabiskan waktu, belajar hal-hal lain diluar pelajaran sekolah, sangatlah member pengaruh bagi pembentukan karakter si anak. Tapi bukan akhirnya membatasi pergaulan si anak,sebaiknya si anak diberi pengertian tentang bergaul yang sehat, memilih teman, dan (lagi-lagi) seharusnya keluarga lah yang menjadi sahabat terdekat bagi si anak! Tuh kan… keluarga yang sehat adalah awal dari Negara yang sehat. Keluarga yang mampu melakukan fungsi keluarga yang seharusnya, akan mencetak anak-anak yang berkualitas untuk kemajuan bangsa ini.

0 comments:

Posting Komentar